Konsumsi Narkoba, Pejabat di lingkungan Pemerintah NTB akan di tindak tegas

Gubernur NTB (Depan) memulai test urine
Mataram – Gubernur NTB H. M Zainul Madji kembali memberi kejutan bagi para pejabat yang ada di lingkungan SKPD Pemerintah Provinsi NTB.
Senin (12/1) usai rapat pimpinan lengkap yang berlangsung lima jam, seluruh kepala SKPD menjalani test urine. Gubernur memastikan, pejabat yang terbukti mengkonsumsi narkoba akan di tindak tegas.
Ada sebanyak 53 pejabat di lingkungan Pemerintah NTB menjalani test urine, tanpa terkecuali Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah NTB.
Ini adalah kali kedua test urine digelar secara mendadak. Kegiatan serupa pernah digelar pada 25 kepala SKPD, test urine juga diikuti oleh para pejabat eselon III.
Tidak ada yang tahu soal rencana test urine ini. Termasuk Wakil Gubernur dan juga Sekretaris Daerah. Gubernur merencanakan sendiri test urine secara mendadak.
Pejabat SKPD telah mengambil urine
Sesaat sebelum rapat pimpinan berakhir, tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB sudah menunggu di depan pintu ruang rapat utama kantor Gubernur NTB, tempat test urine akan digelar.
Tim BNNP NTB datang lengkap dengan peralatan test kit narkoba. Begitu rapat resmi ditutup, kepala BNNP NTB masuk ruang rapat dan disilahkan menyampaikan pengumuman oleh Gubernur NTB.
“Bapak - bapak dan Ibu - ibu akan menjalani test urine hari ini. Bapak – bapak dan Ibu – ibu akan tetap berada di dalam ruangan ini. Sampai nanti dipastikan, apakah Bapak – bapak dan Ibu – ibu benar tahu hasilnya. Baru boleh meninggalkan ruangan.” Kata Kepala BNNP NTB Kombes Pol Drs. H. Mufti Djusnir, Apt. M.Si.
Test urine diawali Gunernur NTB seluruh pejabat yang hadir mengambil nomor antrian untuk mengambil sampel urine, yang kemudian diserahkan kepada tim BNNP NTB yang ditugaskan. Seluruh pintu keluar ruang rapat utama dijaga, untuk memastikan tidak ada pejabat yang kabur dan tak mengikuti test urine.
Tim BNNP NTB sedang periksa hasil urine
Proses pengambilan sampel urine berlangsung satu jam. Namun lantaran belum seluruh kepala SKPD menyerahkan urine guna pemeriksaan, masing – masing kepala SKPD akhirnya dibolehkan pulang. Hanya saja secara khusus, bagi kepala SKPD yang harus ada klarifikasi lebih lanjut, akan dihubungi Kepala BNNP NTB, dan mereka diminta langsung ke Kantor BNNP NTB untuk memberi kalrifikasi.
Pada kesempatan itu Kepala BNNP NTB Kombes Pol Drs. H. Mufti Djusnir. Apt. M.Si menegaskan “Gubernur ingin para pejabat bukan hanya terbebas dari aktivitas pengedaran narkoba, tapi juga terbebas dari aktivitas mengkonsumsi narkoba.”
Klarifikasi diperlukan karena ada kemungkinan ditemukan indikasi penggunaan zat adiktif dari hasil test urine yang dilakukan. Namun, bisa jadi zat adiktif yang ditemukan itu berasal dari obat - obatan yang dikonsumsi pejabat bersangkutan berdasarkan resep dokter.
Gubernur NTB H.M Zainul Madji menjelaskan “Para Kepala SKPD itu juga harus menjadi teladan di tengah masyarakat.”
Memastikan tidak aka nada toleransi bagi Kepala SKPD yang terbukti mengkonsumsi narkoba. Jika terbukti ada Kepala SKPD positif mengunakan narkoba, akan langsung dicopot dari jabatan tersebut, mungkin hingga pemberhentian secara permanen sebagai abdi Negara. (Humas BNNP NTB)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Badan Narkotika Nasional
Provinsi Nusa Tenggara Barat

Jl. Doktor Soedjono, Lingkar Selatan, Mataram, NTB
Telp. (0370) 6177414, 6177418
Fax. (0370) 6177413
Contact Center : 0852 3894 4442