Pejabat Positif Narkoba Terancam Dipecat

ASN sedang melakukan test urine
Mataram - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB melakukan test urine secara mendadak terhadap pejabat dilingkup pemerintah provinsi, kota / kabupaten. Agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Sanksinya pun tidak main - main, jika terbukti positif narkoba, pejabat tersebut terancam dipecat. "Kenapa tidak, kalau terbukti kita pecat," tegas Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana usai menjalani test urine.
Dikatakannya, Indonesia sudah darurat narkoba, sehingga pihaknya mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba termasuk dikalangan ASN. Kembali ditegaskan pegawai diketahui positif mengkonsumsi narkoba akan diberikan sanksi. Sanksi tersebut bisa pemecatan dilihat dari tingkat pelanggaran.
Tidak menutup fakta, bahwa, aparatur sipil negara banyak terjerat narkoba. BNN dipersilahkan untuk melaksanakan tugas test urine sesuai dengan prosedur tetap yang dimiliki. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandi mengatakan "Kami akan membuat Memorandum of Understanding agar BNN turun langsung mengecek seluruh ASN di semua tingkatan."
Kepala BNN Provinsi NTB, Drs. Sriyanto, M.Si menjelaskan test urine pejabat ini dilakukan berdasarkan permintaan langsung kepala daerah tersebut. Test urine terhadap ASN ini merupakan implementasi dari Undang - undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2013. Test urine itu bersifat preventif - edukatif, jadi bukan mencari kesalahan ASN. (Humas BNN Provinsi NTB)



0 komentar:

Posting Komentar

 
Badan Narkotika Nasional
Provinsi Nusa Tenggara Barat

Jl. Doktor Soedjono, Lingkar Selatan, Mataram, NTB
Telp. (0370) 6177414, 6177418
Fax. (0370) 6177413
Contact Center : 0852 3894 4442